|
Mungkin baru pertama kali ini saya menulis kata pengantar untuk sebuah karya tulis. Dengan tugas dan misi yang sama saja,
mencoba menjadi penulis yang berkarya nyata. Yang jatuh bangun menghadapi kenyataan hitungan bisnis bertempur dengan daya
kreatifitas yang notabene dibangun dengan semangat otak kanan dan seratus persen emosi hati. Kalau hal-hal yang berkaitan
dengan kebebasan imaji harus siap dibenturkan dengan nilai rupiah, maka bersiaplah, wahai para calon penulis dan pembaca semesta,
siaplah menghadapi kenyataan hidup.
|